Corina Pepayosa
Ginting (2000336033)
Afdalais Falik
Futuh (2000342033)
Naufal Afif
Alfaruq (2000325033)
https://fsmr.isi.ac.id/
PENDAHULUAN
Animasi
merupakan salah satu industri dalam bidang seni dan entertainment yang sedang
dalam masa perkembangan pesat saat ini. Sangat sering kita temui dalam film,
game, hingga iklan, baik di televisi, hingga di sosial media, kita dapat
menjumpai banyak sekali kreasi seni di bidang animasi.
Lantas,
bagaimana cara karya karya itu dibuat, dan nilai nilai apa saja yang dibutuhkan
agar karyanya dapat dinikmati khalayak ramai. Semua karya yang telah tercipta
tentunya dimulai dari keinginan untuk belajar dan mendalami ilmu di bidang
animasi. Pekerja seni biasanya dibagi menjadi 2 jenis, self study atau menempuh
pendidikan formal di sekolah seni. Namun tidak seperti di bidang lain, industri
kreatif tentu lebih mengutamakan hasil karya
dibanding jenjang pendidikan kita..
Dalam industri animasi
terdapat berbagai macam jobdesk yang berbeda, dimulai dari storyboard artist,
sound effect designer, sutradara, animator dan lain lain.Orang orang yang mendalami ilmu di bidang animasi dengan
pendidikan formal, tentu dituntut untuk mempelajari semua ilmu di bidang animasi,
agar nantinya dapat memilih bidang apa yang cocok dengan minat dan kemampuan
kita.
ISI
1.Corina Pepayosa Ginting (2000336033)
Sebagai
seorang mahasiswa Jurusan Animasi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, alasan
saya masuk dan memilih jurusan ini adalah karena ketertarikan saya di bidang
seni, khususnya animasi. Sejak semester 1 saya dituntut dan dimotivasi untuk
selalu berkarya.Karya yang saya hasilkan bermacam macam mulai dari
Logo
Poster
Design KarakterSkenario Script
Storyboard, dan lain lain
Setiap karya
yang saya ciptakan berasal dari pengalaman dan ketekunan saya dalam bidang seni
selama beberapa tahun, kemudian dikembangkan dan diarakan di Kampus tempat saya
mengemban pendidikan formal. Setiap arahan yang diberikan sangat membantu saya
dalam melatih kemampuan dan kreatifitas saya. Selalu muncul tantangan tantangan
baru, sebagai contoh, Dalam pembuatan design karakter, dimana saya harus
menggambar dengan berbagai macam style yang tidak biasa saya gunakakan, atau dalam
Design elemeter yang mengajari saya tentang teori warna juga nirmana. Ada juga dalam
Mata kuliah Dasar game, saya belum pernah membuat game sebelumnya, namun disini
saya dibimbing dan dilatih untuk membuat game, mulai dari mendesign karakter
hingga ke pemograman. Meskipun sulit, menurut saya proses pembuatannya sangat
menarik.
Selama masa
belajar saya ini juga lah saya menemukan ketertarikan saya di bidang
penyutradaraan dan membuat naskah untuk film animasi. Terutama di bagian
storyboard. Dalam proses ini saya bisa menyampaikan cerita melalui gambar
sederhana, juga menyampaikan perspektif saya tentang cerita yang saya gambar. Tentu
karya yang saya hasilkan saat ini masih jauh dari storyboard artist professional
pada umumnya, karena itulah saya termotivasi. Berada di lingkungan seni dengan
garis akhir yang hamper serupa, kampus dan kelas saya sungguh jadi tempat yang
sangat ideal untuk mengembangkan skill saya. Selain menciptakan karya, kita
juga saling bersaing dan mendukung satu sama lain dalam berkarya.
2.Naufal Afif Alfaruq (2000325033)
Dua semester hampir berlalu semenjak saya menjadi mahasiswa di ISI Yogyakarta, banyak hal yang sudah saya lalui di sana. Dari yang kurang mahir dari hal gambar, seni, ataupun digital menjadi semakin lancar menjalaninya. Saya cukup puas dengan pencapaian saya namun saya tetap masih merasa kurang, sehingga saya merasa lebih ingin maju dan mempelajari banyak hal lagi. Sebelum saya menjadi mahasiswa di ISI Yogyakarta, saya mejadi pelajar di sebuah SMA yang dimana pelajaran bertema seni itu cukup jarang sehingga saya perlu sedikit adaptasi ketika pertama kali menjadi mahasiswa yang berbekal keahlian tradisional dan cukup minim dalam pengetahuan modern atau digital. Namun, sejauh ini akhirnya saya cukup mengenal hal-hal yang berbau digital meski dalam dua semester ini proses pembelajaran melalu daring karena adanya pandemic. Sehingga, saya harus lebih pandai mengatur waktu dimana ketika kita berada di rumah rasa malas selalu menghantui kita.
Berikut adalah hasil pencapaian yang saya rasakan:
Saya sangat bersyukur dengan apa yang saya capai
selama ini, karena hal-hal tersebut juga menjadi pacuan saya untuk mewujudkan profesi yang saya inginkan. Profesi yang saya ingin adalah menjadi seorang komikus, animator (baik dibagian animasi maupun dibagian desain) ataupun developer game. Menjadi komikus dapat dilatih dari menggambar setiap hari seperti saat disuruh menggambar 100 gambar yang dimana mau tidak mau saya harus menggambar setiap harinya. Dan bisa juga pula dari membuat story board karena sama-sama memiliki kesamaan didalamnya, bedanya hanya pada text yang berada didalam kolom dan menambahkan efek gerakan visual secara langsung tanpa penganimasian.
Untuk animator saya sedikit memahami dari materi story board, treatmen dan sejenisnya. Bagaimana kita harus mengatur kamera atau sudut pandang, pergerakan, transisi, timing, 12 prinsip dasar animasi dan sejenisnya.
Saya juga mulai memahami dasar-dasar penggunaan perangkat digital yang dimana dulu saya hanya mahir dalam hal tradisional saja. Digital sangat amat penting jika kita memang ingin menjadi seorang animator, karena kita perlu menggambar, menggerakan objek, memberi efek dan sebagainya.
Sedangkan untuk developer game saya sudah sedikit belajar dari pembuatan game tanpa coding yaitu menggunakan software Construct 3. Saya memahami bagaimana agar dapat berinteraksi dengan karakter dalam game, menambahkan asset, dan sebagainya. Sebenarnya tidak harus menjadi developer, karena dengan pengetahuan animasi saya berharap saya masih dapat bergerak pada profesi dibidang game dengan menempatkan animasi yang saya buat pada cutscene sebuah game yang akan dibuat nantinya.
Setelah masa studi saya berakhir, kemungkinan saya akan berusaha bergabung dengan company atau membetuk tim saya sendiri, jika memang dirasa belum dapat tercapai saya akan menggunakan platform Youtube untuk membuat animasi pendek agar menarik minat orang luar agar melirik saya dan mencoba membuat orang lain tertarik pada karya saya. Saya juga dapat membuat tutorial-tutorial di Youtube agar membantu orang lain yang sedang merasa kesusahan terhadap animasi atau pembuatan game sederhana. Berbeda dengan komikus untuk langkah awal mungkin saya bisa individual membuat karya saya dan mempublikasikan dan baru jika ada yang berminat merekrut atau menjadi tim saya, baru saya memikirkan projek jangka panjang untuk kedepannya.
Perajalanan ini masih sangat jauh, kawan :)
3. Afdalais Falik Futuh (2000342033)
Mulai dari semester 1, di dalam prodi animasi ISI ini sendiri terdapat beberapa mata kuliah seperti Menggambar dan Illustrasi, Filsafat Pancasila, Desain Elementer, Dasar Animasi, Pendidikan Agama, dan Pengolahan Kreativitas. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dalam mengambil 24 SKS yang tersedia.Walaupun saya sangat menyayangkan karena metode kuliah yang dilakukan masih secara Daring.Beberapa pencapaian nyata yang saya dapatkan contohnya yaitu.
1. Dapat Menggambar sket lebih baik, dan menekankan terhadap dasar-dasar menggambar yang baik.
2. Mendapatkan pelajaran yang baik dalam hal mengolah warna, dan lebih kreatif bidang- bidang dasar di dalam seni.
3. Dapat mengenal dengan baik dasar-dasar animasi yang harus di aplikasikan dalam pembuatan animasi yang baik dan benar.
4. Mendapatkan cara mengolah pikiran kreatif lewat Brainstorming.
Lalu, di Semester 2 sendiri terdapat mata kuliah Kecakapan Personal dan Antar Personal, Rekaman dan Desain Suara, Dasar Game, Kewarganegaraan, dan Desain Karakter.Hasil yang saya dapatkan beberapa contohnya adalah :
1. Dapat menciptakan karakter sendiri dengan baik dan membuat IP Development yang tertata dengan baik.
2. Memahami sedikit proses pembiatan game, mulai dari pembuatan asset dan proses pembuatan game itu sendiri.
3. Mempelajari dasar-dasar dalam melakukan rekaman suara yang baik dalam mata kuliah Rekaman dan Desain Suara.
4. Lebih percaya diri dan mengembangkan diri sendiri dalam mata kuliah Kecapakan Personal dan Antar Personal.
Manfaatnya Terhadap Profesi Ideal yang Hendak Dicapai
Dari hasil-hasil yang sudah dapatkan di atas dalam 2 semester ini, cukup banyak ilmu yang saya dapatkan.Namun, menurut saya ilmu-ilmu yang saya dapatkan dalam 2 semester masih kurang untuk mendapatkan Profesi Ideal yang saya inginkan.Karena dalam hal ini saya juga mengacu pada kondisi saya sekarang yang menyambi bekerja di dalam sebuah produksi animasi.Saya merasa tertinggal dengan rekan-rekan saya, mulai dari skill-skill dasar hingga di dalam proses produksi animasi itu sendiri, dan sering keteteran dalam mengatur waktu dan me manage Pekerjaan dan Tugas.
Kedepanya, saya sendiri berharap dapat mengatur waktu untuk Pekerjaan dan Tugas, sehingga saya dapat memiliki waktu yang baik untuk belajar lebih lagi di setiap semester, dan memaksimalkan setiap tugas untuk mendapatkan manfaat terhadap profesi ideal yang saya inginkan.
PENUTUP
Dunia animasi
tak pernah berhenti untuk berkembang dengan pesat, dan selalu penuh dengan
tantangan. Oleh karena itu, dalam dunia
animasi, selain minat, kita juga perlu mengembangkan ketekunan dan kreatifitas
kita.
Komentar
Posting Komentar